Senin, 12 November 2012

masalah pengangguran di Indonesia

Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.

Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah "pengangguran terselubung" di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.

Dampak negatif pengangguran:
1.membuat seseorang tidak mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
2.Penurunan tingkat upah
3.Penurunan tingkat kesejahteraan masyarakat.
4.Penurunan tingkat investasi.
5.Penurunan penerimaan pajak.
6.Munculnya sektor informal.
7.Menimbulkan masalah sosial.
8.Penurunan potensi dan produktivitas individu.

Upaya mengatasi penganggguran antara lain:
1.memperluas lapangan kerja dalam segala bidang dan sektor agar memenuhi kriteria yang sedang dicari oleh pengangguran tersebut.
2.memberikan pelatihan melalui padat karya.
3.mendirikan tempat pelatihan seperti kursus keterampilan menjahit,keterampilan tangan dalam membuat rajutan,atau BLK(BALAI latihan kerja)yang didirikan oleh pemerintah guna membantu masyakat dalam melatih kemampuannya.
4.menggalakan program Transmigrasi.
5.mendukung usaha kecil dan menengah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar