Selasa, 21 Mei 2013

TUGAS RISET PEMASARAN

"MEMBUAT JURNAL TENTANG PEMASARAN"

Nama : Lana
Kelas:3ddo1
NPM :33210962

Judul :Strategi Komunikasi Pemasaran Pada Lembaga Kursus

BAB I
PENDAHULUAN

Yogyakarta yang menyandang predikat kota pelajar, sangat dikenal dengan berbagai instansi atau lembaga pendidikan formal dari dasar, menengah hingga tinggi. Ia juga dikenal memiliki banyak lembaga pendidikan non formal di berbagai penjuru wilayah. Pendidikan nonformal yang praktis dan efisien sudah tentu menjadi sebuah pilihan tepat.
Dalam rangka memanfaatkan peluang yang ada dan mengungguli para
pesaing, perusahaan atau lembaga haruslah menggunakan metode pemasaran
modern. Yang bertujuan agar informasi-informasi tentang produk atau jasa yang
ditawarkan dapat diakses oleh target konsumen secara tepat.
Pemasaran modern membutuhkan lebih dari sekedar mengembangkan
produk atau jasa, membuat harga untuk produk baang atau jasa tersebut,
mengomunikasikan informasi tentangnya melalui berbagai communication
channel, baik yang langsung maupun tidak langsung dengan mengkoordinasikan
distribusinya.
Perusahaan juga harus berkomunikasi dengan pelanggan yang telah
membeli produknya maupun dengan pelanggan potensialnya. Maka tak terelakkan
lagi, setiap perusahaan harus mengambil peran
sebagai komunikan dan komunikator.
Berbeda dengan pendidikan formal, maka pendidikan nonformal memiliki
beberapa kelebihan yang tidak dimiliki oleh pendidikan formal pada umumnya.
Baik dari segi pembiayaan yang relative lebih murah, juga waktu
pembelajarannya yang relatif lebih singkat, padat, dan efisien. Beberapa faktor
inilah yang mendorong masyarakat khususnya masyarakat menengah ke bawah
untuk memilih lembaga pendidikan nonformal sebagai pilihan dalam rangka
memperoleh ketrampilan sebagai bekal merek
di kelak kemudian hari.

1.2
Rumusan masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah penelitian ini dapat dirumuskan
sebagai berikut :
“Bagaimana strategi komunikasi pemasara
n yang diterapkan oleh
Lembaga Kursus dan Pelatihan Arimbi di Yogyakarta dalam upaya menarik minat
konsumen?”

1.3
Tujuan dan Manfaat Penelitian

1.3.1

Tujuan Penelitian

Untuk mendeskripsikan strategi komunikasi pemasaran yang diterapkan
oleh Lembaga Kursus
dan Pelatihan Arimbi di Yogyakarta dalam upaya menarik
minat konsumen.

1.3.2
Manfaat Penelitian

A.
Secara Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk menambah
wahana pengetahuan dan perkembangan ilmu komunikasi pada
khususnya strategi k
omunikasi pemasaran.

B.
Secara Praktis
Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi perorangan,
praktisi khususnya untuk mengetahui strategi komunikasi
pemasaran pada produk jasa.

1.4
Kerangka Teori

1.4.1
Strategi
Strategy
menurut Oxford English Dicti
onary mengandung arti sebagai
„the
art of commander
-
in
-
chief: the art of projecting and directing the larger military
movements and operations of a campaign”
yang memiliki terjemahan bebas
antara lain “seni memproyeksikan dan mengarahkan gerakan-gerakan yang lebih
besar dari militar dan pengoperasian suatu kampanye”.
Arti kata ini sekilas menunjukkan relasional yang lemah dengan
penggunaannya dalam bisnis dan manajemen. Oleh karena itu bila mendasarkan
pada pengertian strategi dalam Oxford English Dictionary, pernyataan bahwa
strategi dalam konteks bahasa lebih dekat dengan bidang kemiliteran.


PENUTUP
Lembaga kursus dan pelatihan Arimbi atau LKP Arimbi merupakan
lembaga yang bergerak di bidang tata busana salah satunya membatik. Hasil karya
dari peserta juga dipasarkan, jadi tidak hanya sebatas belajar bagaimana proses
pembuatan batik akan tetapi juga diajarkan bagaimana memasarkannya.
Sesuai dengan motto LKP Arimbi yaitu “Mau maju dan mandiri ayo kita
raih bersama LKP Arimbi”, bahwa LKP Arimbi terbuka untuk siapa saja yang
ingin bergabung dan maju dengan cara mengikuti kursus dan pelatihan, kemudian
mengembangkan apa yang telah diajarkan menjadi usaha atau membuka lapangan
pekerjaan.
Diawal berdirinya LKP Arimbi kegiatan pemasarannya tidak terencana

dan dilakukan secara spontan. Kemudian berikutnya LKP Arimbi memiliki jenis
program dan media yang digunakan untuk melakukan komunikasi pemasaran,
namun masih dilakukan secara bersama-sama dan tidak terlaksana sepenuhnya.
Kegiatan strategi pemasaran yang tanpa acuan yang terencana ini
berdampak pada strategi komunikasi pemasarannya. Hingga saat ini LKP Arimbi
belum memaksimalkan elemen-elemen bauran komunikasi pemasaran yang dapat
menunjang peningkatan dalam hal menarik konsumen dan pembentukan brand image
LKP Arimbi sebagai lembaga non formal yang bergerak dibidang tata
busana

Saran
Masukan dan harapan untuk Lembaga Kursus dan Ketrampilan Arimbi
yang selama ini perlu mendapat perhatian yaitu menambah sarana dan prasarana
untuk tempat belajar agar dapat menampung peserta kursus lebih banyak lagi,
mengingat tingginya minat masyarakat dengan adanya subsidi silang dan pelatihan
untuk memasarkan hasil karya batiknya. Kemudian juga adanya keluhan dari
peserta didik mengenai fasilitas atau tempat yang kurang luas.
Dalam strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan juga masih
dilakukan secara bersama- sama oleh seluruh elemen yang ada di struktur
organisasi dan bekerja secara team work. LKP Arimbi juga sebaiknya memiliki
staf atau bagian pemasaran tersendiri sehingga setiap bagian di struktur organisasi
bekerja sesuai dengan job description nya.
Prestasi yang diraih oleh LKP Arimbi merupakan nilai
tambahan yang lain yang dimiliki oleh LKP Arimbi sendiri. Sebaiknya juga dicantumkan di dalam
media promosi sebagai salah satu daya tarik selain adanya kursus gratis bagi yang tidak mampu, ini dilakukan
untuk meraih peserta lebih banyak lagi.Sehingga
target yang diharapkan bisa tercapai lebih maksimal lagi.
Kemudian sebaiknya dilakukan evaluasi setiap periode tertentu mengenai
kegiatan komunikasi pemasaran yang telah dilakukan, ini demi mengetahui sejauh
mana keberhasilan pelaksanaan kegiatan komunikasi pemasaran, apakah sudah
memenuhi target yang diinginkan oleh lembaga tersebut atau perlu adanya
peningkatan lagi.







Kamis, 09 Mei 2013

Tugas Softskill Manajemen Ritel BAB 10 ( TATA RUANG RANCANGAN TOKO DALAM BISNIS RITEL )

A. Penataan barang dagangan/merchandise

Penataan barang dagangan atau merchandise pada sebuah toko memiliki peran dan arti yang sangat penting. Sering terjadi seorang ibu yang awalnya datang ketoko untuk berbelanja Susu kental manis merek tertentu, ternyata pada Rak yang sama terdapat merek lain yang lebih murah. Melihat pada rak sebelah terdapat deretan biskuit dengan kemasan kaleng menarik serta tambahan/ hadiah kemasan karton kecil. Pada rak Sabun cuci kondisi sama, hampir semua deterjen memberikan diskon dan hadiah. Kesemua produk tersebut ditata dengan rapi dan baik serta memiliki daya tarik. Sehingga pada akhirnya ibu tersebut pulang dengan menbawa berbagai barang kebutuhan yang sebenarnya tidak ada dalam rencana belanjanya. Hal tersebut terjadi karena konsumen tersebut melihat penampilan visual yang menarik sehingga terdorong untuk melakukan impulse buying yakni pembelian seketika.

B. Pengelompokan barang dagangan

Untuk memudahkan calon pembeli memilih barang yang diperlukan, serta mempermudah dalam melakukan penataan barang maka harus dilakukan pengelompokan barang dagangan atau grouping. Grouping adalah sitem untuk melakukan seleksi dan pemilihan sejumlah barang yang akan dijual, dengan mengelompokkan penempatan item/ jenis barang yang strategis guna memudahkan pembeli memilih barang. Jadi grouping sangat erat kaitannya dengan display. Kegiatan grouping juga dimaksudkan agar barang yang satu dengan barang lain yang memiliki sifat kimia berbeda tidak bercampur. Karena hal ini dapat mengurangi kualitas barang. Dalam pengelompokan di toko tiap- tiap group diberi label pada rak sesuai dengan barang yang dipajang dengan mencantumkan kode barang, merek, jumlah barang yang ada di rak. Grouping dilakukan dalam dua kelompok besar yaitu Food dan Non Food.

C. Display

Salah satu daya tarik pada toko adalah penataan barang dagangannya. Melalui berbagai bentuk penyajian barang dagangan pada berbagai model rak display maka menjadikan suasana toko menjadi semarak, dan menimbulkan daya tarik, yang pada akhirnya dapat meningkatkan volume penjualan. Uraian tersebut adalah gambaran tentang pentingnya display

Yang dimaksud display adalah usaha yang dilakukan dalam penataan barang dagangan ditoko, dengan memperhatikan unsur pengelompokan jenis dan kegunaan barang, kerapihan dan keindahan dengan tujuan mengarahkan pembeli agar tertarik untuk melihat dan memutuskan untuk membeli.

Dalam membuat display harus pula memperhatikan pengaturan tempat atau space manajemen yaitu sistem pengaturan barang dengan mengoptimalkan pemakaian ruangan yang tersedia sehingga menghasilkan nilai lebih antara lain;

1.Mempercepat perputaran barang

2 Menurunkan biaya gudang melalui pencegahan penumpukan persediaan barang digudang

3.Menciptakan daya tarik bagi konsumen

D.Label/harga/Tickets

Apabila kita masuk kesebuah Supermarket atau Depatemen store, kita akan melihat berbagai tulisan tangan menarik berisi informasi barang dan harga yang diletakkan dekat barang atau bahkan diletakkan diatas dalam posisi digantung. Kesemua itu disebut Label/ kartu harga atau ada yang menyebut Sign. Pada dasarnya fungsi Label tersebut adalah untuk membantu penjualan dengan memberikan informasi tentang barang. Disamping itu fungsi Ticketing adalah untuk membuat suasana sekitar toko menjadi lebih meriah dan menyenangkan. Ticket yang baik adalah yang dapat mempengaruhi calon pembeli untuk mengambil keputusan membeli.

Tugas Softskill Manajemen Ritel Bab 9 ( BAURAN KOMUNIKASI DALAM BISNIS RITEL)

Perusahaan-perusahaan harus mempertimbangkan beberapa faktor dalam mengembangkan bauran promosi mereka, yaitu jenis pasar produk tempat mereka berjualan, apakah akan menggunakan strategi dorong atau tarik, tingkat kesiapan konsumen untuk melakukan pembelian, tahap produk dalam siklus hidup produk, dan peringkat pangsa pasar perusahaan.

Jenis Pasar Produk

Tingkat pemanfaatan alat promosi bervariasi antara pasar konsumen dan industri. Perusahaan barang konsumsi mengeluarkan uang untuk promosi penjualan, periklanan, penjualan personal, dan hubungan masyarakat, sesuai urutannya.

Perusahaan barang industri mengeluarkan uang untuk penjualan personal, promosi penjualan, periklanan, dan hubungan masyarakat, sesuai urutan tersebut. Secara umum, penjualan personal lebih banyak digunakan dalam penjualan produk yang rumit, mahal, berisiko dan di pasar dengan jumlah sedikit penjual besar (yaitu pasar industri). Walau di pasar barang industri iklan kurang digunakan dibandingkan kunjungan penjualan, iklan masih memainkan peranan penting. Periklanan dapat melakukan fungsi-fungsi berikut di dalam pasar barang industri :

• Membangun kesadaran

Calon pembeli yang belum mengetahui tentang perusahaan atau produk mungkin menolak menemui wiraniaga. Iklan dapat menjadi sarana perkenalan bagi perusahaan dan produknya.

• Membangun pemahaman

Jika produk tersebut memiliki beberapa keistimewaan baru, sebagian tugas menjelaskan hal itu dapat dilakukan secara efektif oleh iklan.

• Pengingat yang efisien

Jika calon pembeli mengetahui produk tersebut, tetapi tidak siap untuk membeli, iklan yang mengingatkan akan lebih ekonomis daripada kunjungan penjualan.

• Menciptakan langkah awal

Iklan yang menawarkan brosur dan mencantumkan nomor telepon perusahaan adalah cara yang efektif untuk menciptakan langkah awal bagi wiraniaga.

• Legitimasi

Wiraniaga dapat menggunakan iklan perusahaan yang dimuat di majalah terkenal untuk mengabsahkan keberadaan perusahaan dan produknya.

Tugas Softskill Manajemen Ritel bab 8 ( Manajemen Pelayanan Konsumen )

1.Pelayanan konsumen yang terintegrasi

Luckytex menargetkan kepada Kepuasan Konsumen melalui pelayanan terintegrasi.
Kami adalah perusahaan textil terintegrasi yang terdiri dari fasilitas spinning, weaving, printing, dyeing dan finishing. Sebagai pabrik yang terintegrasi, kami menawarkan keuntungan yang berbeda kepada seluruh pelanggan kami :
a. Kami bersedia membuat kontrak panjang

Jaminan pengiriman yang tepat jadwal karena kami mampu menyusun rencana produksi diawal mulai dari spinning sampai dengan pengiriman kain jadi
Kualitas produk yang konsisten melalui control sistematis untuk setiap tahap dari proses produksi

d. Kami juga menyediakan pelayanan secara penuh seperti stike-off dan mesin proof sebagai contoh barang sehingga konsumen dapat memulai usaha pemasaran bahkan sebelum kedatangan pesanan partai besar

2.Tingkat Pelayanan Konsumen
Kualitas pelayanan yang baik dimana perusahaan mampu memberikan pelayanan yang memuaskan agar terpenuhinya permintaan dan harapan konsumen (Sugiarto, 2000). Konsumen menghendaki pelayanan yang diterima cepat dan baik, dan itu merupakan nilai dalam peningkatan kualitas dalam pelayanan. Penelitian ini melihat seberapa besar kepuasan konsumen dan pengaruh tingkat pelayanan dan harga kamar terhadap tingkat kepuasan konsumen.

Tugas Softskil Manajemen Ritel Bab 4 ( Perkembangan Bisnis Ritel )

Pengembangan strategi pemasaran adalah menetapkan bentuk penawaran pada segmen pasar tertentu, yaitu dengan marketing mix. Jadi perusahaan tidak hanya sekadar memilih kombinasi yang terbaik saja, tetapi juga harus mengkoordinasikan variabel – variabel marketing mix, yaitu :

1).Produk, mencakup penentuan bentuk penawaran secara fisik, merk, pembungkusan, garansi dan service sesudah penjualan. Pengembangan produk dapat dilakukan setelah menganalisa kebutuhan dan keinginan pasarnya

2).Harga, menentukan harga pokoknya berdasarkan biaya, keuntungan, praktek saingan dan perubahan keinginan pasar

3).Distribusi, meliputi aspek :

1.Sistem transportasi perusahaan, meliputi pemilihan alat transport, penentuan jadwal pengiriman, penentuan rute yang ditempuh
2.Sistem penyimpanan, meliputi menentukan letak gudang, jenis peralatan yang dipakai
3.Pemilihan saluran distribusi, meliputi penggunaan penyaluran (pedagang besar, pengecer, agen dan makelar), dan bagaimana menjalin kerjasama dengan penyalur

Promosi, meliputi kegiatan – kegiatan :

- Periklanan, meliputi pemilihan media, penentuan bentuk iklan dan pesannya
- Personal selling, meliputi penarikan, pemilihan, latihan, konpensasi dan supervise
- Promosi penjualan, mengadakan pameran, peragaan, demonstrasi, contoh – contoh dan sebagainya.
-Publisitas, merupakan kegiatan yang hampir sama dengan periklanan dan biasanya dilakukan tanpa biaya

e. Penentuan waktu. Perusahaan telah menemukan kesempatan yang baik, menetapkan tujuan dan pengembangan strategi pemasaran, ini bukan berarti perusahaan dapat segera beroperasi. Perusahaan perlu menentukan waktu yang tepat untuk melaksanakan program – program pemasarannya. Perusahaan dapat mengalami kegagalan dalam mencapai tujuan apabila bergerak terlalu cepat atau terlalu lambat.

Tugas Softskill Manajemen Ritel Bab 3 ( Pelaksaaan Manajemen Ritel )

Rencana merupakan pedoman yang baik untuk selalu memperkirakan cara – cara pelaksanaannya untuk jangka waktu tertentu. Salah satu fungsi pokok manajer adalah perencanaan, pelaksanaan / penerapan dan pengawasan / pengendalian. Manajer juga perlu mengadakan pengawasan kemampuan mendapatkan laba dengan cara menguji kemampuan mendapatkan laba dari berbagai macam produknya, pasarnya, daerah pemasarannya dan saluran distribusinya.

Proses pengawasan yang harus dilakukan manajemen ada tiga tahap, yaitu :

1. mengetahui apa yang terjadi, manajemen dapat membandingkan antara hasil riil dengan rencananya, sehingga dapat ditentukan ada atau tidak ada penyimpangan

2. mengetahui mengapa hal tersebut dapat terjadi, menyangkut beberapa alas an tentang dicapainya suatu hasil

3. menentukan tindakan selanjutnya, merencanakan program untuk periode mendatang dan merencanakan kegiatan – kegiatan untuk memperbaiki kondisi yang kurang baik

Tugas Softskill Manajemen Ritel BAB 6 ( Store Management )

Setiap pembisnis retail biasanya akan selalu memperhatikan ketiga hal ini untuk memastikan keberlangsungan hidup bisnisnya. Mereka meyakini bahwa ketiga hal ini jika tidak di awasi dan dikelola dengan baik akan membawa bisnisnya ke arah kebangkrutan. Ketiga hal tersebut adalah :

1. Hubungan dengan pelanggan

Bisnis retail sangat erat hubungannya dengan pelanggan, sebab omzet mereka sangat bergantung kepada jumlah belanja para konsumennya. Para pebisnis retail kini sudah menyadari bahwa bisnis retail bukan hanya menjual produk semata, akan tetapi bahwa pelayanan terhadap pelanggan adalah sama pentingnya. Bahkan kini pelayanan pelanggan sudah menjadi prioritas utama dalam menjaga keberlangsungan suatu bisnis. Karena itu pebisnis retail akan berusaha untuk selalu memaksimalkan usahanya dalam menjaga hubungan dengan pelanggan.

2. Produktivitas Pegawai

Para pebisnis retail kini sudah menyadari bahwa karyawan mereka bukan hanya berperan sebagai penjaga toko.Keberadaan karyawan jauh lebih penting dari hanya sekedar menjaga tokoatau melindungi agar barang-barang di toko tidak hilang. Karyawan toko retail adalah duta perusahaan, dimana baik atau buruknya suatu perusahaan akan ditamilkan oleh pembawaan para karyawannya dalam melayani pelanggan.Untuk itu para pebisnis retail akan merancang programpelatihan untuk para karyawannya agar mereka lebih produktif, dan lebih sopan dalam berprilaku ketika berkomunikasi dengan pelanggan.

3. Kemampuan memenuhi target dan memastikan kesempurnaan operasional

Setiap bisnis tentu akan memiliki target, demikian pula dengan bisnis retail. Target bisnis bukan saja bertumpu pada omzet semata melainkan juga berfokus pada bagaimana agar brand awareness toko tersebut semakin meningkat. Peningkatan brand awareness ini dilakukan salah satunya adalah dengan cara membuat sistem operasional toko yang sempurna. Sistem operasional ini berawal dari penyediaan barang, perekrutan karyawan, pelatihan,dan berujung pada transaksi dengan para pelanggannya.

Minggu, 05 Mei 2013

Tugas Softskill Manajemen Ritel BAB 5 ( Merchandise Management )

Manajemen barang dagangan ritel adalah arena bisnis yang dinamis yang memerlukan pemahaman mendalam tentang operasi penjualan langsung, membeli strategi, pengadaan barang, dan rantai pasokan penjualan. Agar sukses di lapangan, Anda perlu mengembangkan keterampilan manajemen dan komunikasi yang kuat serta kemampuan kepemimpinan.

Di Akademi Internasional Desain dan Teknologi, siswa yang mengejar gelar Retail Manajemen Merchandise dapat mempelajari keterampilan yang dibutuhkan untuk menjual barang dari produsen dan pengecer untuk bisnis dan individu. Mereka juga dapat belajar bagaimana memilih vendor untuk sourcing, analisa produk, mengembangkan strategi penetapan harga, dan mengelola barang dagangan dari konsep ke konsumen. Melalui kombinasi tangan-on belajar dan instruksi kelas, siswa dapat memperoleh pemahaman yang menyeluruh merchandising ritel, manajemen dan membeli.

IADT menawarkan asosiasi dan sarjana dalam bidang Manajemen Merchandise Retail. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang rincian program ini dengan mengklik kampus tercantum di bawah ini, yang saat ini menerima aplikasi untuk selanjutnya tersedia tanggal mulai.

Tugas Softskill Manajemen Retail BAB 7 ( Riset Bisnis Ritel )

Riset pemasaran dilakukan oleh produsen, pedagang besar, agen,bahkan peritel. Di level mana pun, riset yang di lakukan bertujuan memecahkan masalah atau membantu menejemen dalam membuat keputusan yang tepat, cepat dan akurat dalam pemasaran. Siapapun yang melakukan riset, tahap yang di lakukan atau di lalui sama saja. Diawali dengan perumusan masalah; penetuan disain riset; perancangan metode dan pengumulan data; perancangan sampel dan pengumpulan data; analisis dan interpretasi data; dan di akhiri dengan penyusunan laporan riset.

Proses Riset Pemasaran
Berdasarkan definisi yang telah di kemukakan, riset pemasaran dilakukan dalam (6) tahapan, yakni:
1. Perumusan masalah
2. Penentuan desain riset
3. Perancangan metode dan pengumpulan data
4. Perancangan sampel dan pengumpulan data
5. Analisis dan interpretasi data
6. Peyusunan riset

Tugas Softskill Manajemen Retail BAB 1 ( KONSEP DASAR MANAJEMEN RETAIL )

Karakteristik dasar ritel dapat dipergunakan sebagai dasar mengelompokkan jenis ritel. Terdapat tiga karakteristik dasar yaitu:
1. Pengelompokkan berdasarkan unsur-unsur yang digunakan ritel untuk memuaskan kebutuhan konsumen
2. Pengelompokkan berdasarkan sarana atau media yang digunakan
3. Pengelompokkan berdasarkan kepemilikan
Pengelompokkan berdasarkan unsur-unsur yang digunakan ritel untuk memuaskan kebutuhan konsumen
1. Jenis barang yang dijual
2. Perbedaan dan keanekaragaman barang yang dijual
3. Tingkat layanan konsumen
4. Harga barang
Berdasarkan unsur-unsur diatas, ritel dapat dikelompokkan sebagai berikut:
a. Supermarket tradisional
Supermarket traditional melayani penjualan makanan, daging, serta produk produk makanan lainnya, serta melakukan pembatasan penjualan terhadap produk produk nonmakanan, seperti produk kesehatan, kecantikan, dan produk-produk umum lainnya. Sedangkan supermarket konvensional yang lebih luas yang juga menyediakan layanan antar, menjual roti dan kue-kue (bakery), bahan makanan mentah serta produk nonmakanan disebut sebagai superstore.

b. Big-box retailer
Lebih dari 25 tahun berikutnya, supermarket mulai berkembang dengan semakin memperluas ukuran dan mulai menjual berbagai produk luar negeri yang bervariasi. Pada format big-box retailer, terdapat beberapa jenis supermarket, yaitu supercenter, hypermarket, dan warehouse club.
Supercenter adalah supermarket yang mempunyai luas lantai 3.000 sampai 10.000 meter persegi dengan variasi produk yang dijual, untuk makanan sebanyak 30-40% dan produk-produk nonmakanan sebanyak 60-70%. Supermarket jenis ini termasuk supermarket yang tumbuh dengan cepat. Persediaan yang dimiliki berkisar antara 12.000-20.000 item. Supermarket jenis ini memiliki kelebihan sebagai tempat belanja dalam satu atap (one stop shopping) sehingga banyak pengunjungnya yang datang dari tempat jauh.
Hypermarket merupakan supermarket yang memiliki luas antara lebih dari 18.000 meter persegi dengn kombinasi produk makanan 60-70% dan produk-produk umum 30-40%. Hypermarket merupakan salah satu betnuk supermarket yang memiliki persediaan lebih sedikit dibanding supercenter, yaitu lebih dari 25.000 item yang meliputi produk makanan, perkakas (hardware), peralatan olahraga, furniture, perlengkapan rumah tangga, computer, elektronik, dan sebagainya. Dengan demikikan hypermarket adalah took eceran yang mengombinasikan pasar swalayan dan pemberi diskon lini penuh.
Warehouse merupakan ritel yang menjual produk makanan yang jenisnya terbatas dan produk-produk umum dengan layanan yang minim pada tingkat harga yang rendah terhadap konsumen akhir dan bisnis kecil. Ukurannya antara lebihdari 13.000 meter persegi dan lokasinya biasanya di luar kota. Pada jenis ritel ini, interior yang digunakan lebih sederhana. Produk yang dijual meliputi makanan dan produk umum biasa lainnya.

c. Convenience store
Convenience store memiliki variasi dan jenis produk yang terbatas. Luas lantai ritel jenis ini berukuran kurang dari 350 meter persegi dan bisanya didefinisikan sebagai pasar swalayan mini yang menjual hanya lini terbatas dari berbagai produk kebutuhan sehari-hari yang perpurannya relative tinggi. Convenience store ditujukan kepada konsumen yang membutuhkanpembelian dengan cepat tanpa harus mengeluarkanupaya yang besar dalam mencariproduk-produk yang diinginkannya. Peroduk-produk yang dijual biasanya ditertpakan dengan harga yang lebih tinggi daripada di supermarket.

d. General Merchandise retail
Toko diskon
Toko khusus
Toko kategori
Department store
Off-price retailing
Value retailing
PENGELOMPOKKAN BERDAARKAN SARANA YANG DIGUNAKAN

Penjualan Melalui toko
Penjualan tidak melalui toko
Ritel elektronik
Catalog dan pemasaran surat langsung
Penjualan langsung
Television homeshopping
Vending machine retailing

PENGELOMPOKKAN BERDASARKAN KEPEMILIKAN

Pendirian toko tunggal atau mandiri
Jaringan perusahaan
Waralaba























Tugas Softskiil Manajemen Ritel BAB 2 ( Strategi Manajemen Ritel )

Kata ritel berasal dari bahasa Perancis, ritellier, yang berarti memotong atau memecah sesuatu. Retail atau eceran (retailing) dapat dipahami sebagai semua kegiatan yang terlibat dalam penjualan barang atau jasa secara langsung kepada konsumen akhir untuk penggunaan pribadi dan bukan penggunaan bisnis. Sering kali orang-orang beranggapan bahwa ritel hanya menjual produk-produk di toko. Tetapi retail (ritel) juga melibatkan pelayanan jasa layanan antar (delivery services) ke rumah-rumah. Tidak semua ritel dilakukan ditoko.
Kegiatan yang dilakukan dalam bisnis retail (ritel) adalah menjual berbagai produk, jasa atau keduanya, kepada konsumen untuk keperluan konsumsi pribadi maupun bersama. Produsen menjual produk-produknya kepada peretail maupun peritel besar (wholesaler). Peritel besar ini juga kerap disebut sebagai grosir atau pedagang partai besar.

Trend Industri Ritel
Industri retail (ritel) berubah dengan cepat. Perubahan-perubahan itu dapat dilihat dari 1). Perbedaan yang mendasar dan terus berkembang dalam format ritel. 2). meningkatnya konsentrasi industri. 3). Globalisasi dan 4). Penggunaan berbagai cara untuk berinteraksi dengan konsumen.
Saat ini konsumen dapat membeli barang yang sama dari sejumlah retail (ritel) yang berbeda. Masing-masing format ritel menargetkan pangsa pasar yang berbeda dan yang semakin meningkat. Tiap jenis retail (ritel) menawarkan manfaat yang berbeda, sehingga para konsumen bisa berlangganan pada retail (ritel) yang berbeda untuk pembelian dan kebutuhan yang berbeda.
Pada awalnya retail (ritel) adalah bisnis lokal. Saat ini, konsep ritel yang berhasil disebuah negara telah berkembang secara global. Mengapa beberapa konsep ritel dapat berkembang secara global dan sementara beberapa tidak bisa berkembang? biasanya tergantung pada apa yang dinamakan keunggulan bersaing (competitive advantage) di negara tersebut. Saya akan sebutkan beberapa faktor yang mendorong globalisasi yang dilakukan para peritel internasional:
a. Pasar Domestik yang semakin Jenuh
Di Amerika Serikat, banyak peritel gagal karena banyaknya para pelaku pasar yang memiliki kesamaan produk yang dijual. Hal ini mendorong peritel tersebut melakukan ekspansi ke luar negeri.
b. Sistem dan Keahlian
Saat ini peritel memiliki kemampuan mengatur toko-toko yang ada di luar negeri dengan lebih baik karena kemampuan mereka dalam mengelola sistem informasi dan distribusi yang lebih mudah ditransfer dari negara asalnya.
c. Hilangnya batasan perdagangan
Kebijakan perdagangan internasional yang menghapus berbagai hambatan dalam perdagangan seperti WTO atau NAFTA.
STRATEGI MANAJEMEN RITEL (RETAIL)?
Strategi retail (ritel) menekankan untuk memanfaatkan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan. Strategi ritel (retail) meliputi penentuan target pasar, sifat barang dan jasa yang ditawarkan,dan bagaimana ritel memperoleh keuntungan jangkan panjang dari para pesaingnya. Bagian kebutuhan strategi dalam strategi retail (ritel) antara lain strategi pasar, strategi keuangan, strategi lokasi, struktur organisasi dan sumber daya manusia.
Aspek pemasaran dalam ritel meliputi:
1. Definisi strategi pemasaran retail (ritel)
2. Pemahaman terhadap target pasar bila dikaitkan dengan pilihan terhadap format retail (ritel)
3. Bagaimana retail (ritel) dapat membangun strategi keunggulan bersaing yang berkelanjutan
4. Tahapan dalam mengembangkan strategi pemasaran retail (ritel)
Aspek Manajemen Sumber Daya Manusia dalam retail (ritel) meliputi:
1. Alasan mengapa manajemen SDM mempunyai peranan penting membentuk sebuah bisnis atau organisasi retail (ritel)
2. Bagaimana retail (ritel) membuat keuntungan yang kompetitif dan mendukung, dengan cara mengembangkan dan mengelola SDM
3. Bagaimana ritel mengkoordinasi aktivitas para karyawan dan memotivasi mereka mencapai tujuan
4. Program-program manajemen SDM untuk membangun komitmen kerja
5. Bagaimana dan mengapa ritel mangatur perbedaan antarkaryawan
Aspek Keuangan dalam retail (ritel) meliputi:
1. Bagaimana strategi retail (ritel) direfleksikan dalam tujuan keuangan
2. Bagaimana ritel menggunakan alat-alat dan metode untuk mengevaluasi kinerjanya
3. Bagaimana model strategis keuntungan dapat digunakan

Aspek pemilihan lokasi dalam area perdagangan retail (ritel) meliputi:
1. Tipe Lokasi yang memungkinkan oleh retail
2. Mengevaluasi keunggulan relatif dari setiap area perdagangan yang dipilih.
3. Tipe lokasi perdagangan yang memungkinkan untuk tumbuh
4. Jenis lokasi yang ada
5. Alasan mengapa suatu ritel tetap berlokasi disuatu tempat tertentu meskipun ada retail (ritel) lain berlokasi ditempat berbeda
6. Keuntungan relatif yang didapat dari sebuah tipe lokasi
7. Tipe lokasi yang cocok bagi retail (ritel)
8. Tipe lokasi yang kurang diminati
9. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan oleh peritel dalam memilih lokasi
Aspek Sistem Informasi dan Manajemen meliputi:
1. Keunggulan strategis yang diperoleh melalui manajemen rantai pemasok
2. Bagaimana barang daganan dan informasi mengalir dari vendor ke retail (ritel) ke pelanggan dan kembali
3. Perkembangan informasi dan teknologi yang bisa memudahkan komunikasi antara vendor dengan ritel(retail)
4. Sistem pengiriman respons cepat
Manajemen Hubungan Pelanggan ( Customer Relationship Management) meliputi:
1. Pengertian manajemen hubungan pelanggan
2. Peran Customer Relationship Management sebagai strategi membangun kesetiaan pelanggan
3. Implementasi program Customer Relationship Management dalam bisnis retail (ritel)
STRATEGI PEMASARAN RITEL (RETAIL)
Strategi pemasaran ritel (retail) meliputi (1). pemilihan segment target pasar dan penentuan format ritel (retail) dan (2). pengembangan keunggulan bersaing yang memungkinkan ritel (retail) untuk mengurangi tingkat kompetensi yang dihadapi.
Ritel (retail) yang berhasil harus memenuhi kebutuhan pelanggan pada segmen pasar yang dilayani secara lebih baik daripada yang dilakukan pesaing. Pasar ritel (retail) bukan merupakan tempat khusus dimana para pembeli dan penjual bertemu, tetapi sebagai kelompok konsumen dengan kebutuhan-kebutuhan yang sama (segmen pasar) dan sekelompok ritel (retail) yang menggunakan format ritel (retail) yang sama untuk memenuhi kebutuhan konsumen tersebut.
Pasar sasaran dalam ritel (retail) sering kali ditetapkan berdasarkan faktor demografis, geografis dan psikografis. Menetapkan pasar sasaran merupakan syarat untuk menetapkan strategi bauran ritel (retail). Bauran ritel (retail) atau disebut dengan retail mix adalah kombinasi elemen-elemen produk, harga, lokasi, personalia, promosi dan presentasi atau tampilan-untuk menjual barang dan jasa pada konsumen akhir yang menjadi target pasar.
STRATEGI PERTUMBUHAN RITEL (RETAIL)
Ada 4 jenis pertumbuhan yang diusahakan oleh ritel (retail) yaitu penembusan pasar, perluasan pasar, pengembangan format ritel dan diversifikasi.
Kesempatan penembusan pasar (market penetration) meliputi usaha-usaha langung terhadap konsumen yang ada dengan menarik konsumen pada target pasar sekarang yang tidak berbelanja di tokonya untuk lebih sering mengunjungi toko tersebut atau untuk membeli lebih banyak barang pada tiap kunjungan. Pendekatan lain adalah dengan penjualan silang yaitu dengan menjual barang-barang tambahan pada konsumen.
Kesempatan perluasan pasar menggunakan format ritel(retail) yang ada dalam segmen pasar baru. Dalam hal ini segmen pasar ditetapkan didipertajam untuk memenuhi selera dari target pasar yang ingin dibidik secara tersendiri.
Pengembangan format ritel (retail) meliputi penawaran format ritel (retail) baru, misalnya dengan menggunakan internet marketing atau e-commerce sehingga konsumen bisa berbelanja tanpa harus ke lokasi.
sumber : http://id.shvoong.com/business-management/marketing/1876530-konsultan-ritel-bisnis-retail-manajemen/