Dynamic Glitter Text Generator at TextSpace.net

Senin, 01 Juli 2013

Bab 11 MANAJEMEN PELAYANAN KONSUMEN

1. Pelayanan Konsumen yang Terintegrasi

Agar pelayanan memiliki kualitas dan memberikan kepuasan kepada pelanggan mereka, maka perusahaan harus memperhatikan berbagai dimensi yang dapat menciptakan dan meningkatkan kualitas pelayanannya. Hasil penelitian yang dilakukan Berry dan kawan-kawan seperti dikutip Payne (2000) faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan dapat diidentifikasi dalam lima aspek kunci sebagai berikut:
• Faktor fisik (tangibles): fasilitas fisik, perlengkapan, penampilan personil.
• Reliabilitas (reliability): kemampuan melakukan layanan atau jasa yang diharapkan secara meyakinkan, akurat dan konsisten.
• Daya tanggap (responsibility): kemauan memberikan layanan dan membantu pelanggan.
• Jaminan (assurances): pengetahuan, sopan santun, dan kemampuan karyawan menyampaikan kepastian dan kepercayaan.
• Empati (emphaty): perhatian individual kepada pelanggan.

Untuk menciptakan kualitas pelayanan yang tinggi, secara garis besar Tjiptono (2000) mengemukakan strategi pemasaran pelayanan jasa yang pokok berkaitan dengan tiga hal berikut:

1. Melakukan differensiasi kompetitif. Perusahaan jasa dapat mendeferensiasikan dirinya melalui citra di mata pelanggan, misalnya melalui simbol-simbol dan lambang-lambang yang mereka gunakan. Selain itu perusahaan dapat melakukan deferensiasi kompetitif dalam penyampaian jasa (service delivery) melalui 3 aspek yang dikenal dengan 3P dalam pemasaran jasa, yaitu:
• Orang (people) yang dilatih agar dapat diandalkan.
• Lingkungan fisik (physical environement) yang dikembangkan dengan lebih atraktif.
• Proses (process) penyampaian pelayanan yang dirancang dengan lebih superior.

2. Mengelola kualitas jasa. Mengelola kualitas jasa adalah mengelola gap (kesenjangan) dalam hal:
• Gap antara harapan pelanggan dengan persepsi manajemen terhadap pelanggan.
• Gap antara persepsi manajemen terhadap pelanggan dan spesifikasi kualitas jasa.
• Gap antara spesifikasi kualitas jasa dan penyampaian jasa, gap antara penyampaian jasa dan komunikasi eksternal.
• Gap antara jasa yang dirasakan dan jasa yang diharapkan.
3. Mengelola produktivitas. Ada enam pendekatan yang dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas jasa, yaitu:

• Penyedia jasa bekerja lebih keras atau lebih cekatan dari biasanya.
• Meningkatkan kuantitas jasa dengan mengurangi sebagian kualitasnya.
• Mengindustrialisasikan jasa tersebut dengan menambah perlengkapan dan melakukan standarisasi produksi.
• Mengurangi atau menggantikan kebutuhan terhadap suatu jasa tertentu dengan jalan menemukan suatu solusi berupa produk.
• Merancang jasa yang lebih efektif.
• Memberikan insentif kepada para pelanggan untuk melakukan sebagian tugas perusahaan.
Alma (1998) menyatakan kosumen menginginkan layanan yang baik dengan : harapan (1) Kualitas layanan yang konsisten, (2) Sikap personil yang selalu ramah, (3) Kejelasan suara, gambar, atau cetakan (4) Tidak terlalu sering gangguan, kerusakan, kalaupun ada cepat diperbaiki, dan (5) Successful Call Ratio (SCR) yang tinggi.



Saat ini setiap perusahaan menghadapi lingkungan bisnis yang sangat kompetitif. Oleh karena itu hanya perusahaan yang memiliki keunggulan kompetitif yang dapat tetap bertahan atau eksis. Salah satu upaya menciptakan keunggulan kompetitif yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah dengan mengembangkan pelayanan pelanggan yang baik. Pelayanan pelanggan bukan sekedar keunggulan kompetitif, pada banyak industri, pelayanan pelanggan adalah ujung tombak yang membuat suatu industri bisa bertahan dalam dunia persaingan yang semakin ketat. “Layanan merupakan standar baru dan pelanggan menilai kinerja suatu perusahaan dari layanannya.”(William Band, partner Strategic Management Practice).

Perang untuk merebut pelanggan agar mau kembali membeli atau berbisnis lagi dengan kita merupakan hal penting untuk kesuksesan jangka panjang dalam bisnis yang kompetitif di zaman sekarang ini. “Kebanyakan perusahaan tidak memahami bahwa pelayanan pelanggan dapat benar-benar menjual” (Powell Taylor).

Apa sih sebenarnya pelayanan pelanggan? Kotler mengartikan pelayanan (service) sebagai suatu kegiatan atau keuntungan yang ditawarkan suatu kelompok kepada yang lainnya dan pada dasarnya tidak berwujud dan tidak menyebabkan kepemilikan terhadap apapun.
Walaupun pandangan Kotler tersebut cukup luas, namun demikian saat ini apa yang diartikan konsumen sebagai pelayanan telah berubah secara radikal. Definisi pelayanan pada saat ini termasuk lokasi yang nyaman, ragam pilihan, dominasi kategori dan cepatnya transaksi. Ini bahkan juga bisa berarti harga yang bersaing. Sedangkan menurut Warren Blanding “pelayanan pelanggan merujuk pada aktivitas dari kepuasan pelanggan yang biasanya dimulai dengan pemesanan dan diakhiri dengan pengiriman barang pada pelanggan, dimana pada beberapa kasus berlanjut pada maintenance, atau technical support lainnya”

Pelanggan memandang penawaran dari perusahaan manapun dari sudut harga, kualitas, dan pelayanan, serta respon perusahaan tersebut terhadap keluhan mereka. Layanan atau pelayanan pelanggan adalah frase atau kata yang memiliki makna luas yang dapat meliputi banyak elemen, mulai dari ketersediaan produk sampai dengan ke pelayanan setelah penjualan. Pelayanan yang memiliki arti yang berbeda untuk setiap orang dan hasil observasi yang kita lakukan. Pada tingkat paling bawah berarti sesuatu yang bukan hak pelanggan tapi diberikan sebagai hadiah. Pada tingkat berikutnya pelayanan berarti memfokuskan diri pada transaksi tetapi memiliki sifat yang memperbaiki sesuatu jika ada yang rusak Pada tingkat ini tujuannya adalah memberi daripada yang diharapkan pelanggan yang mungkin memang kebutuhan mereka.

Dari penelitian yang disponsori oleh the National Council of Physical Distribution Management, dapat diidentifikasikan elemen-elemen dari pelayanan pelanggan yang semuanya dikategorikan menjadi tiga yaitu:

Elemen sebelum transaksi (Pretransaction elements),menghadirkan iklim yang baik untuk pelayanan pelanggan. Menyediakan pernyataan tertulis mengenai kebijakan pelayanan pelanggan. Mengadakan rencana-rencana alternatif di waktu-waktu khusus seperti pada waktu bencana alam, atau buruh mogok yang dapat mengganggu pelayanan normal. Menciptakan struktur organisasional untuk mengimplementasikan pelayanan pelanggan.

Elemen pada saat transaksi (Transaction elements), semua hal yang secara langsung merupakan hasil dari pengiriman produk pada pelanggan, penentuan tingkat persediaan, pemilihan mode transportasi dan mengadakan prosedur proses pemesanan. Elemen-elemen tersebut pada gilirannya mempengaruhi waktu pengiriman, akurasi pemenuhan pesanan, kondisi barang dan ketersediaan barang.

Elemen setelah transaksi (Post-transaction elements), mewakili sejumlah pelayanan yang dibutuhkan untuk mendukung produk di lapangan, untuk melindungi pelanggan dari produk cacat, menyediakan tempat untuk barang yang akan diperbaiki, pengemasan, dan menangani keluhan dan pengembalian barang. Hal ini terjadi setelah transaksi, tapi harus direncanakan pada saat sebelum transaksi

Selasa, 21 Mei 2013

TUGAS RISET PEMASARAN

"MEMBUAT JURNAL TENTANG PEMASARAN"

Nama : Lana
Kelas:3ddo1
NPM :33210962

Judul :Strategi Komunikasi Pemasaran Pada Lembaga Kursus

BAB I
PENDAHULUAN

Yogyakarta yang menyandang predikat kota pelajar, sangat dikenal dengan berbagai instansi atau lembaga pendidikan formal dari dasar, menengah hingga tinggi. Ia juga dikenal memiliki banyak lembaga pendidikan non formal di berbagai penjuru wilayah. Pendidikan nonformal yang praktis dan efisien sudah tentu menjadi sebuah pilihan tepat.
Dalam rangka memanfaatkan peluang yang ada dan mengungguli para
pesaing, perusahaan atau lembaga haruslah menggunakan metode pemasaran
modern. Yang bertujuan agar informasi-informasi tentang produk atau jasa yang
ditawarkan dapat diakses oleh target konsumen secara tepat.
Pemasaran modern membutuhkan lebih dari sekedar mengembangkan
produk atau jasa, membuat harga untuk produk baang atau jasa tersebut,
mengomunikasikan informasi tentangnya melalui berbagai communication
channel, baik yang langsung maupun tidak langsung dengan mengkoordinasikan
distribusinya.
Perusahaan juga harus berkomunikasi dengan pelanggan yang telah
membeli produknya maupun dengan pelanggan potensialnya. Maka tak terelakkan
lagi, setiap perusahaan harus mengambil peran
sebagai komunikan dan komunikator.
Berbeda dengan pendidikan formal, maka pendidikan nonformal memiliki
beberapa kelebihan yang tidak dimiliki oleh pendidikan formal pada umumnya.
Baik dari segi pembiayaan yang relative lebih murah, juga waktu
pembelajarannya yang relatif lebih singkat, padat, dan efisien. Beberapa faktor
inilah yang mendorong masyarakat khususnya masyarakat menengah ke bawah
untuk memilih lembaga pendidikan nonformal sebagai pilihan dalam rangka
memperoleh ketrampilan sebagai bekal merek
di kelak kemudian hari.

1.2
Rumusan masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah penelitian ini dapat dirumuskan
sebagai berikut :
“Bagaimana strategi komunikasi pemasara
n yang diterapkan oleh
Lembaga Kursus dan Pelatihan Arimbi di Yogyakarta dalam upaya menarik minat
konsumen?”

1.3
Tujuan dan Manfaat Penelitian

1.3.1

Tujuan Penelitian

Untuk mendeskripsikan strategi komunikasi pemasaran yang diterapkan
oleh Lembaga Kursus
dan Pelatihan Arimbi di Yogyakarta dalam upaya menarik
minat konsumen.

1.3.2
Manfaat Penelitian

A.
Secara Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk menambah
wahana pengetahuan dan perkembangan ilmu komunikasi pada
khususnya strategi k
omunikasi pemasaran.

B.
Secara Praktis
Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi perorangan,
praktisi khususnya untuk mengetahui strategi komunikasi
pemasaran pada produk jasa.

1.4
Kerangka Teori

1.4.1
Strategi
Strategy
menurut Oxford English Dicti
onary mengandung arti sebagai
„the
art of commander
-
in
-
chief: the art of projecting and directing the larger military
movements and operations of a campaign”
yang memiliki terjemahan bebas
antara lain “seni memproyeksikan dan mengarahkan gerakan-gerakan yang lebih
besar dari militar dan pengoperasian suatu kampanye”.
Arti kata ini sekilas menunjukkan relasional yang lemah dengan
penggunaannya dalam bisnis dan manajemen. Oleh karena itu bila mendasarkan
pada pengertian strategi dalam Oxford English Dictionary, pernyataan bahwa
strategi dalam konteks bahasa lebih dekat dengan bidang kemiliteran.


PENUTUP
Lembaga kursus dan pelatihan Arimbi atau LKP Arimbi merupakan
lembaga yang bergerak di bidang tata busana salah satunya membatik. Hasil karya
dari peserta juga dipasarkan, jadi tidak hanya sebatas belajar bagaimana proses
pembuatan batik akan tetapi juga diajarkan bagaimana memasarkannya.
Sesuai dengan motto LKP Arimbi yaitu “Mau maju dan mandiri ayo kita
raih bersama LKP Arimbi”, bahwa LKP Arimbi terbuka untuk siapa saja yang
ingin bergabung dan maju dengan cara mengikuti kursus dan pelatihan, kemudian
mengembangkan apa yang telah diajarkan menjadi usaha atau membuka lapangan
pekerjaan.
Diawal berdirinya LKP Arimbi kegiatan pemasarannya tidak terencana

dan dilakukan secara spontan. Kemudian berikutnya LKP Arimbi memiliki jenis
program dan media yang digunakan untuk melakukan komunikasi pemasaran,
namun masih dilakukan secara bersama-sama dan tidak terlaksana sepenuhnya.
Kegiatan strategi pemasaran yang tanpa acuan yang terencana ini
berdampak pada strategi komunikasi pemasarannya. Hingga saat ini LKP Arimbi
belum memaksimalkan elemen-elemen bauran komunikasi pemasaran yang dapat
menunjang peningkatan dalam hal menarik konsumen dan pembentukan brand image
LKP Arimbi sebagai lembaga non formal yang bergerak dibidang tata
busana

Saran
Masukan dan harapan untuk Lembaga Kursus dan Ketrampilan Arimbi
yang selama ini perlu mendapat perhatian yaitu menambah sarana dan prasarana
untuk tempat belajar agar dapat menampung peserta kursus lebih banyak lagi,
mengingat tingginya minat masyarakat dengan adanya subsidi silang dan pelatihan
untuk memasarkan hasil karya batiknya. Kemudian juga adanya keluhan dari
peserta didik mengenai fasilitas atau tempat yang kurang luas.
Dalam strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan juga masih
dilakukan secara bersama- sama oleh seluruh elemen yang ada di struktur
organisasi dan bekerja secara team work. LKP Arimbi juga sebaiknya memiliki
staf atau bagian pemasaran tersendiri sehingga setiap bagian di struktur organisasi
bekerja sesuai dengan job description nya.
Prestasi yang diraih oleh LKP Arimbi merupakan nilai
tambahan yang lain yang dimiliki oleh LKP Arimbi sendiri. Sebaiknya juga dicantumkan di dalam
media promosi sebagai salah satu daya tarik selain adanya kursus gratis bagi yang tidak mampu, ini dilakukan
untuk meraih peserta lebih banyak lagi.Sehingga
target yang diharapkan bisa tercapai lebih maksimal lagi.
Kemudian sebaiknya dilakukan evaluasi setiap periode tertentu mengenai
kegiatan komunikasi pemasaran yang telah dilakukan, ini demi mengetahui sejauh
mana keberhasilan pelaksanaan kegiatan komunikasi pemasaran, apakah sudah
memenuhi target yang diinginkan oleh lembaga tersebut atau perlu adanya
peningkatan lagi.







Kamis, 09 Mei 2013

Tugas Softskill Manajemen Ritel BAB 10 ( TATA RUANG RANCANGAN TOKO DALAM BISNIS RITEL )

A. Penataan barang dagangan/merchandise

Penataan barang dagangan atau merchandise pada sebuah toko memiliki peran dan arti yang sangat penting. Sering terjadi seorang ibu yang awalnya datang ketoko untuk berbelanja Susu kental manis merek tertentu, ternyata pada Rak yang sama terdapat merek lain yang lebih murah. Melihat pada rak sebelah terdapat deretan biskuit dengan kemasan kaleng menarik serta tambahan/ hadiah kemasan karton kecil. Pada rak Sabun cuci kondisi sama, hampir semua deterjen memberikan diskon dan hadiah. Kesemua produk tersebut ditata dengan rapi dan baik serta memiliki daya tarik. Sehingga pada akhirnya ibu tersebut pulang dengan menbawa berbagai barang kebutuhan yang sebenarnya tidak ada dalam rencana belanjanya. Hal tersebut terjadi karena konsumen tersebut melihat penampilan visual yang menarik sehingga terdorong untuk melakukan impulse buying yakni pembelian seketika.

B. Pengelompokan barang dagangan

Untuk memudahkan calon pembeli memilih barang yang diperlukan, serta mempermudah dalam melakukan penataan barang maka harus dilakukan pengelompokan barang dagangan atau grouping. Grouping adalah sitem untuk melakukan seleksi dan pemilihan sejumlah barang yang akan dijual, dengan mengelompokkan penempatan item/ jenis barang yang strategis guna memudahkan pembeli memilih barang. Jadi grouping sangat erat kaitannya dengan display. Kegiatan grouping juga dimaksudkan agar barang yang satu dengan barang lain yang memiliki sifat kimia berbeda tidak bercampur. Karena hal ini dapat mengurangi kualitas barang. Dalam pengelompokan di toko tiap- tiap group diberi label pada rak sesuai dengan barang yang dipajang dengan mencantumkan kode barang, merek, jumlah barang yang ada di rak. Grouping dilakukan dalam dua kelompok besar yaitu Food dan Non Food.

C. Display

Salah satu daya tarik pada toko adalah penataan barang dagangannya. Melalui berbagai bentuk penyajian barang dagangan pada berbagai model rak display maka menjadikan suasana toko menjadi semarak, dan menimbulkan daya tarik, yang pada akhirnya dapat meningkatkan volume penjualan. Uraian tersebut adalah gambaran tentang pentingnya display

Yang dimaksud display adalah usaha yang dilakukan dalam penataan barang dagangan ditoko, dengan memperhatikan unsur pengelompokan jenis dan kegunaan barang, kerapihan dan keindahan dengan tujuan mengarahkan pembeli agar tertarik untuk melihat dan memutuskan untuk membeli.

Dalam membuat display harus pula memperhatikan pengaturan tempat atau space manajemen yaitu sistem pengaturan barang dengan mengoptimalkan pemakaian ruangan yang tersedia sehingga menghasilkan nilai lebih antara lain;

1.Mempercepat perputaran barang

2 Menurunkan biaya gudang melalui pencegahan penumpukan persediaan barang digudang

3.Menciptakan daya tarik bagi konsumen

D.Label/harga/Tickets

Apabila kita masuk kesebuah Supermarket atau Depatemen store, kita akan melihat berbagai tulisan tangan menarik berisi informasi barang dan harga yang diletakkan dekat barang atau bahkan diletakkan diatas dalam posisi digantung. Kesemua itu disebut Label/ kartu harga atau ada yang menyebut Sign. Pada dasarnya fungsi Label tersebut adalah untuk membantu penjualan dengan memberikan informasi tentang barang. Disamping itu fungsi Ticketing adalah untuk membuat suasana sekitar toko menjadi lebih meriah dan menyenangkan. Ticket yang baik adalah yang dapat mempengaruhi calon pembeli untuk mengambil keputusan membeli.

Tugas Softskill Manajemen Ritel Bab 9 ( BAURAN KOMUNIKASI DALAM BISNIS RITEL)

Perusahaan-perusahaan harus mempertimbangkan beberapa faktor dalam mengembangkan bauran promosi mereka, yaitu jenis pasar produk tempat mereka berjualan, apakah akan menggunakan strategi dorong atau tarik, tingkat kesiapan konsumen untuk melakukan pembelian, tahap produk dalam siklus hidup produk, dan peringkat pangsa pasar perusahaan.

Jenis Pasar Produk

Tingkat pemanfaatan alat promosi bervariasi antara pasar konsumen dan industri. Perusahaan barang konsumsi mengeluarkan uang untuk promosi penjualan, periklanan, penjualan personal, dan hubungan masyarakat, sesuai urutannya.

Perusahaan barang industri mengeluarkan uang untuk penjualan personal, promosi penjualan, periklanan, dan hubungan masyarakat, sesuai urutan tersebut. Secara umum, penjualan personal lebih banyak digunakan dalam penjualan produk yang rumit, mahal, berisiko dan di pasar dengan jumlah sedikit penjual besar (yaitu pasar industri). Walau di pasar barang industri iklan kurang digunakan dibandingkan kunjungan penjualan, iklan masih memainkan peranan penting. Periklanan dapat melakukan fungsi-fungsi berikut di dalam pasar barang industri :

• Membangun kesadaran

Calon pembeli yang belum mengetahui tentang perusahaan atau produk mungkin menolak menemui wiraniaga. Iklan dapat menjadi sarana perkenalan bagi perusahaan dan produknya.

• Membangun pemahaman

Jika produk tersebut memiliki beberapa keistimewaan baru, sebagian tugas menjelaskan hal itu dapat dilakukan secara efektif oleh iklan.

• Pengingat yang efisien

Jika calon pembeli mengetahui produk tersebut, tetapi tidak siap untuk membeli, iklan yang mengingatkan akan lebih ekonomis daripada kunjungan penjualan.

• Menciptakan langkah awal

Iklan yang menawarkan brosur dan mencantumkan nomor telepon perusahaan adalah cara yang efektif untuk menciptakan langkah awal bagi wiraniaga.

• Legitimasi

Wiraniaga dapat menggunakan iklan perusahaan yang dimuat di majalah terkenal untuk mengabsahkan keberadaan perusahaan dan produknya.

Tugas Softskill Manajemen Ritel bab 8 ( Manajemen Pelayanan Konsumen )

1.Pelayanan konsumen yang terintegrasi

Luckytex menargetkan kepada Kepuasan Konsumen melalui pelayanan terintegrasi.
Kami adalah perusahaan textil terintegrasi yang terdiri dari fasilitas spinning, weaving, printing, dyeing dan finishing. Sebagai pabrik yang terintegrasi, kami menawarkan keuntungan yang berbeda kepada seluruh pelanggan kami :
a. Kami bersedia membuat kontrak panjang

Jaminan pengiriman yang tepat jadwal karena kami mampu menyusun rencana produksi diawal mulai dari spinning sampai dengan pengiriman kain jadi
Kualitas produk yang konsisten melalui control sistematis untuk setiap tahap dari proses produksi

d. Kami juga menyediakan pelayanan secara penuh seperti stike-off dan mesin proof sebagai contoh barang sehingga konsumen dapat memulai usaha pemasaran bahkan sebelum kedatangan pesanan partai besar

2.Tingkat Pelayanan Konsumen
Kualitas pelayanan yang baik dimana perusahaan mampu memberikan pelayanan yang memuaskan agar terpenuhinya permintaan dan harapan konsumen (Sugiarto, 2000). Konsumen menghendaki pelayanan yang diterima cepat dan baik, dan itu merupakan nilai dalam peningkatan kualitas dalam pelayanan. Penelitian ini melihat seberapa besar kepuasan konsumen dan pengaruh tingkat pelayanan dan harga kamar terhadap tingkat kepuasan konsumen.

Tugas Softskil Manajemen Ritel Bab 4 ( Perkembangan Bisnis Ritel )

Pengembangan strategi pemasaran adalah menetapkan bentuk penawaran pada segmen pasar tertentu, yaitu dengan marketing mix. Jadi perusahaan tidak hanya sekadar memilih kombinasi yang terbaik saja, tetapi juga harus mengkoordinasikan variabel – variabel marketing mix, yaitu :

1).Produk, mencakup penentuan bentuk penawaran secara fisik, merk, pembungkusan, garansi dan service sesudah penjualan. Pengembangan produk dapat dilakukan setelah menganalisa kebutuhan dan keinginan pasarnya

2).Harga, menentukan harga pokoknya berdasarkan biaya, keuntungan, praktek saingan dan perubahan keinginan pasar

3).Distribusi, meliputi aspek :

1.Sistem transportasi perusahaan, meliputi pemilihan alat transport, penentuan jadwal pengiriman, penentuan rute yang ditempuh
2.Sistem penyimpanan, meliputi menentukan letak gudang, jenis peralatan yang dipakai
3.Pemilihan saluran distribusi, meliputi penggunaan penyaluran (pedagang besar, pengecer, agen dan makelar), dan bagaimana menjalin kerjasama dengan penyalur

Promosi, meliputi kegiatan – kegiatan :

- Periklanan, meliputi pemilihan media, penentuan bentuk iklan dan pesannya
- Personal selling, meliputi penarikan, pemilihan, latihan, konpensasi dan supervise
- Promosi penjualan, mengadakan pameran, peragaan, demonstrasi, contoh – contoh dan sebagainya.
-Publisitas, merupakan kegiatan yang hampir sama dengan periklanan dan biasanya dilakukan tanpa biaya

e. Penentuan waktu. Perusahaan telah menemukan kesempatan yang baik, menetapkan tujuan dan pengembangan strategi pemasaran, ini bukan berarti perusahaan dapat segera beroperasi. Perusahaan perlu menentukan waktu yang tepat untuk melaksanakan program – program pemasarannya. Perusahaan dapat mengalami kegagalan dalam mencapai tujuan apabila bergerak terlalu cepat atau terlalu lambat.

Tugas Softskill Manajemen Ritel Bab 3 ( Pelaksaaan Manajemen Ritel )

Rencana merupakan pedoman yang baik untuk selalu memperkirakan cara – cara pelaksanaannya untuk jangka waktu tertentu. Salah satu fungsi pokok manajer adalah perencanaan, pelaksanaan / penerapan dan pengawasan / pengendalian. Manajer juga perlu mengadakan pengawasan kemampuan mendapatkan laba dengan cara menguji kemampuan mendapatkan laba dari berbagai macam produknya, pasarnya, daerah pemasarannya dan saluran distribusinya.

Proses pengawasan yang harus dilakukan manajemen ada tiga tahap, yaitu :

1. mengetahui apa yang terjadi, manajemen dapat membandingkan antara hasil riil dengan rencananya, sehingga dapat ditentukan ada atau tidak ada penyimpangan

2. mengetahui mengapa hal tersebut dapat terjadi, menyangkut beberapa alas an tentang dicapainya suatu hasil

3. menentukan tindakan selanjutnya, merencanakan program untuk periode mendatang dan merencanakan kegiatan – kegiatan untuk memperbaiki kondisi yang kurang baik