Dynamic Glitter Text Generator at TextSpace.net

Kamis, 09 Mei 2013

Tugas Softskill Manajemen Ritel bab 8 ( Manajemen Pelayanan Konsumen )

1.Pelayanan konsumen yang terintegrasi

Luckytex menargetkan kepada Kepuasan Konsumen melalui pelayanan terintegrasi.
Kami adalah perusahaan textil terintegrasi yang terdiri dari fasilitas spinning, weaving, printing, dyeing dan finishing. Sebagai pabrik yang terintegrasi, kami menawarkan keuntungan yang berbeda kepada seluruh pelanggan kami :
a. Kami bersedia membuat kontrak panjang

Jaminan pengiriman yang tepat jadwal karena kami mampu menyusun rencana produksi diawal mulai dari spinning sampai dengan pengiriman kain jadi
Kualitas produk yang konsisten melalui control sistematis untuk setiap tahap dari proses produksi

d. Kami juga menyediakan pelayanan secara penuh seperti stike-off dan mesin proof sebagai contoh barang sehingga konsumen dapat memulai usaha pemasaran bahkan sebelum kedatangan pesanan partai besar

2.Tingkat Pelayanan Konsumen
Kualitas pelayanan yang baik dimana perusahaan mampu memberikan pelayanan yang memuaskan agar terpenuhinya permintaan dan harapan konsumen (Sugiarto, 2000). Konsumen menghendaki pelayanan yang diterima cepat dan baik, dan itu merupakan nilai dalam peningkatan kualitas dalam pelayanan. Penelitian ini melihat seberapa besar kepuasan konsumen dan pengaruh tingkat pelayanan dan harga kamar terhadap tingkat kepuasan konsumen.

Tugas Softskil Manajemen Ritel Bab 4 ( Perkembangan Bisnis Ritel )

Pengembangan strategi pemasaran adalah menetapkan bentuk penawaran pada segmen pasar tertentu, yaitu dengan marketing mix. Jadi perusahaan tidak hanya sekadar memilih kombinasi yang terbaik saja, tetapi juga harus mengkoordinasikan variabel – variabel marketing mix, yaitu :

1).Produk, mencakup penentuan bentuk penawaran secara fisik, merk, pembungkusan, garansi dan service sesudah penjualan. Pengembangan produk dapat dilakukan setelah menganalisa kebutuhan dan keinginan pasarnya

2).Harga, menentukan harga pokoknya berdasarkan biaya, keuntungan, praktek saingan dan perubahan keinginan pasar

3).Distribusi, meliputi aspek :

1.Sistem transportasi perusahaan, meliputi pemilihan alat transport, penentuan jadwal pengiriman, penentuan rute yang ditempuh
2.Sistem penyimpanan, meliputi menentukan letak gudang, jenis peralatan yang dipakai
3.Pemilihan saluran distribusi, meliputi penggunaan penyaluran (pedagang besar, pengecer, agen dan makelar), dan bagaimana menjalin kerjasama dengan penyalur

Promosi, meliputi kegiatan – kegiatan :

- Periklanan, meliputi pemilihan media, penentuan bentuk iklan dan pesannya
- Personal selling, meliputi penarikan, pemilihan, latihan, konpensasi dan supervise
- Promosi penjualan, mengadakan pameran, peragaan, demonstrasi, contoh – contoh dan sebagainya.
-Publisitas, merupakan kegiatan yang hampir sama dengan periklanan dan biasanya dilakukan tanpa biaya

e. Penentuan waktu. Perusahaan telah menemukan kesempatan yang baik, menetapkan tujuan dan pengembangan strategi pemasaran, ini bukan berarti perusahaan dapat segera beroperasi. Perusahaan perlu menentukan waktu yang tepat untuk melaksanakan program – program pemasarannya. Perusahaan dapat mengalami kegagalan dalam mencapai tujuan apabila bergerak terlalu cepat atau terlalu lambat.

Tugas Softskill Manajemen Ritel Bab 3 ( Pelaksaaan Manajemen Ritel )

Rencana merupakan pedoman yang baik untuk selalu memperkirakan cara – cara pelaksanaannya untuk jangka waktu tertentu. Salah satu fungsi pokok manajer adalah perencanaan, pelaksanaan / penerapan dan pengawasan / pengendalian. Manajer juga perlu mengadakan pengawasan kemampuan mendapatkan laba dengan cara menguji kemampuan mendapatkan laba dari berbagai macam produknya, pasarnya, daerah pemasarannya dan saluran distribusinya.

Proses pengawasan yang harus dilakukan manajemen ada tiga tahap, yaitu :

1. mengetahui apa yang terjadi, manajemen dapat membandingkan antara hasil riil dengan rencananya, sehingga dapat ditentukan ada atau tidak ada penyimpangan

2. mengetahui mengapa hal tersebut dapat terjadi, menyangkut beberapa alas an tentang dicapainya suatu hasil

3. menentukan tindakan selanjutnya, merencanakan program untuk periode mendatang dan merencanakan kegiatan – kegiatan untuk memperbaiki kondisi yang kurang baik

Tugas Softskill Manajemen Ritel BAB 6 ( Store Management )

Setiap pembisnis retail biasanya akan selalu memperhatikan ketiga hal ini untuk memastikan keberlangsungan hidup bisnisnya. Mereka meyakini bahwa ketiga hal ini jika tidak di awasi dan dikelola dengan baik akan membawa bisnisnya ke arah kebangkrutan. Ketiga hal tersebut adalah :

1. Hubungan dengan pelanggan

Bisnis retail sangat erat hubungannya dengan pelanggan, sebab omzet mereka sangat bergantung kepada jumlah belanja para konsumennya. Para pebisnis retail kini sudah menyadari bahwa bisnis retail bukan hanya menjual produk semata, akan tetapi bahwa pelayanan terhadap pelanggan adalah sama pentingnya. Bahkan kini pelayanan pelanggan sudah menjadi prioritas utama dalam menjaga keberlangsungan suatu bisnis. Karena itu pebisnis retail akan berusaha untuk selalu memaksimalkan usahanya dalam menjaga hubungan dengan pelanggan.

2. Produktivitas Pegawai

Para pebisnis retail kini sudah menyadari bahwa karyawan mereka bukan hanya berperan sebagai penjaga toko.Keberadaan karyawan jauh lebih penting dari hanya sekedar menjaga tokoatau melindungi agar barang-barang di toko tidak hilang. Karyawan toko retail adalah duta perusahaan, dimana baik atau buruknya suatu perusahaan akan ditamilkan oleh pembawaan para karyawannya dalam melayani pelanggan.Untuk itu para pebisnis retail akan merancang programpelatihan untuk para karyawannya agar mereka lebih produktif, dan lebih sopan dalam berprilaku ketika berkomunikasi dengan pelanggan.

3. Kemampuan memenuhi target dan memastikan kesempurnaan operasional

Setiap bisnis tentu akan memiliki target, demikian pula dengan bisnis retail. Target bisnis bukan saja bertumpu pada omzet semata melainkan juga berfokus pada bagaimana agar brand awareness toko tersebut semakin meningkat. Peningkatan brand awareness ini dilakukan salah satunya adalah dengan cara membuat sistem operasional toko yang sempurna. Sistem operasional ini berawal dari penyediaan barang, perekrutan karyawan, pelatihan,dan berujung pada transaksi dengan para pelanggannya.

Minggu, 05 Mei 2013

Tugas Softskill Manajemen Ritel BAB 5 ( Merchandise Management )

Manajemen barang dagangan ritel adalah arena bisnis yang dinamis yang memerlukan pemahaman mendalam tentang operasi penjualan langsung, membeli strategi, pengadaan barang, dan rantai pasokan penjualan. Agar sukses di lapangan, Anda perlu mengembangkan keterampilan manajemen dan komunikasi yang kuat serta kemampuan kepemimpinan.

Di Akademi Internasional Desain dan Teknologi, siswa yang mengejar gelar Retail Manajemen Merchandise dapat mempelajari keterampilan yang dibutuhkan untuk menjual barang dari produsen dan pengecer untuk bisnis dan individu. Mereka juga dapat belajar bagaimana memilih vendor untuk sourcing, analisa produk, mengembangkan strategi penetapan harga, dan mengelola barang dagangan dari konsep ke konsumen. Melalui kombinasi tangan-on belajar dan instruksi kelas, siswa dapat memperoleh pemahaman yang menyeluruh merchandising ritel, manajemen dan membeli.

IADT menawarkan asosiasi dan sarjana dalam bidang Manajemen Merchandise Retail. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang rincian program ini dengan mengklik kampus tercantum di bawah ini, yang saat ini menerima aplikasi untuk selanjutnya tersedia tanggal mulai.

Tugas Softskill Manajemen Retail BAB 7 ( Riset Bisnis Ritel )

Riset pemasaran dilakukan oleh produsen, pedagang besar, agen,bahkan peritel. Di level mana pun, riset yang di lakukan bertujuan memecahkan masalah atau membantu menejemen dalam membuat keputusan yang tepat, cepat dan akurat dalam pemasaran. Siapapun yang melakukan riset, tahap yang di lakukan atau di lalui sama saja. Diawali dengan perumusan masalah; penetuan disain riset; perancangan metode dan pengumulan data; perancangan sampel dan pengumpulan data; analisis dan interpretasi data; dan di akhiri dengan penyusunan laporan riset.

Proses Riset Pemasaran
Berdasarkan definisi yang telah di kemukakan, riset pemasaran dilakukan dalam (6) tahapan, yakni:
1. Perumusan masalah
2. Penentuan desain riset
3. Perancangan metode dan pengumpulan data
4. Perancangan sampel dan pengumpulan data
5. Analisis dan interpretasi data
6. Peyusunan riset

Tugas Softskill Manajemen Retail BAB 1 ( KONSEP DASAR MANAJEMEN RETAIL )

Karakteristik dasar ritel dapat dipergunakan sebagai dasar mengelompokkan jenis ritel. Terdapat tiga karakteristik dasar yaitu:
1. Pengelompokkan berdasarkan unsur-unsur yang digunakan ritel untuk memuaskan kebutuhan konsumen
2. Pengelompokkan berdasarkan sarana atau media yang digunakan
3. Pengelompokkan berdasarkan kepemilikan
Pengelompokkan berdasarkan unsur-unsur yang digunakan ritel untuk memuaskan kebutuhan konsumen
1. Jenis barang yang dijual
2. Perbedaan dan keanekaragaman barang yang dijual
3. Tingkat layanan konsumen
4. Harga barang
Berdasarkan unsur-unsur diatas, ritel dapat dikelompokkan sebagai berikut:
a. Supermarket tradisional
Supermarket traditional melayani penjualan makanan, daging, serta produk produk makanan lainnya, serta melakukan pembatasan penjualan terhadap produk produk nonmakanan, seperti produk kesehatan, kecantikan, dan produk-produk umum lainnya. Sedangkan supermarket konvensional yang lebih luas yang juga menyediakan layanan antar, menjual roti dan kue-kue (bakery), bahan makanan mentah serta produk nonmakanan disebut sebagai superstore.

b. Big-box retailer
Lebih dari 25 tahun berikutnya, supermarket mulai berkembang dengan semakin memperluas ukuran dan mulai menjual berbagai produk luar negeri yang bervariasi. Pada format big-box retailer, terdapat beberapa jenis supermarket, yaitu supercenter, hypermarket, dan warehouse club.
Supercenter adalah supermarket yang mempunyai luas lantai 3.000 sampai 10.000 meter persegi dengan variasi produk yang dijual, untuk makanan sebanyak 30-40% dan produk-produk nonmakanan sebanyak 60-70%. Supermarket jenis ini termasuk supermarket yang tumbuh dengan cepat. Persediaan yang dimiliki berkisar antara 12.000-20.000 item. Supermarket jenis ini memiliki kelebihan sebagai tempat belanja dalam satu atap (one stop shopping) sehingga banyak pengunjungnya yang datang dari tempat jauh.
Hypermarket merupakan supermarket yang memiliki luas antara lebih dari 18.000 meter persegi dengn kombinasi produk makanan 60-70% dan produk-produk umum 30-40%. Hypermarket merupakan salah satu betnuk supermarket yang memiliki persediaan lebih sedikit dibanding supercenter, yaitu lebih dari 25.000 item yang meliputi produk makanan, perkakas (hardware), peralatan olahraga, furniture, perlengkapan rumah tangga, computer, elektronik, dan sebagainya. Dengan demikikan hypermarket adalah took eceran yang mengombinasikan pasar swalayan dan pemberi diskon lini penuh.
Warehouse merupakan ritel yang menjual produk makanan yang jenisnya terbatas dan produk-produk umum dengan layanan yang minim pada tingkat harga yang rendah terhadap konsumen akhir dan bisnis kecil. Ukurannya antara lebihdari 13.000 meter persegi dan lokasinya biasanya di luar kota. Pada jenis ritel ini, interior yang digunakan lebih sederhana. Produk yang dijual meliputi makanan dan produk umum biasa lainnya.

c. Convenience store
Convenience store memiliki variasi dan jenis produk yang terbatas. Luas lantai ritel jenis ini berukuran kurang dari 350 meter persegi dan bisanya didefinisikan sebagai pasar swalayan mini yang menjual hanya lini terbatas dari berbagai produk kebutuhan sehari-hari yang perpurannya relative tinggi. Convenience store ditujukan kepada konsumen yang membutuhkanpembelian dengan cepat tanpa harus mengeluarkanupaya yang besar dalam mencariproduk-produk yang diinginkannya. Peroduk-produk yang dijual biasanya ditertpakan dengan harga yang lebih tinggi daripada di supermarket.

d. General Merchandise retail
Toko diskon
Toko khusus
Toko kategori
Department store
Off-price retailing
Value retailing
PENGELOMPOKKAN BERDAARKAN SARANA YANG DIGUNAKAN

Penjualan Melalui toko
Penjualan tidak melalui toko
Ritel elektronik
Catalog dan pemasaran surat langsung
Penjualan langsung
Television homeshopping
Vending machine retailing

PENGELOMPOKKAN BERDASARKAN KEPEMILIKAN

Pendirian toko tunggal atau mandiri
Jaringan perusahaan
Waralaba